Sunday, August 24, 2014

Essay_Peran Ku Bagi Indonesia



Essay_Peran Ku Bagi Indonesia
Komang Mustiawan

Masalah lingkungan mulai ramai dibicarakan sejak diselenggarakannya Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidupp di Stockholm, Swedia, pada tanggal 15 Juni 1972. Di Indonesia, tonggak sejarah masalah lingkungan hidup dimulai dengan diselenggarakannya Seminar Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pembangunan Nasional oleh Universitas Pajajaran Bandung pada tanggal 15 – 18 Mei 1972. Faktor terpenting dalam permasalahan lingkungan adalah besarnya populasi manusia (laju pertumbuhan penduduk). Pertumbuhan penduduk yang pesat menimbulkan tantangan yang dicoba diatasi dengan pembangunan dan industrialisasi. Namun industrialisasi disamping mempercepat persediaan segala kebutuhan hidup manusia juga memberi dampak negatif terhadap manusia akibat terjadinya pencemaran lingkungan
Saat ini masalah lingkungan cukup sering diperbincangkan. Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa lapisan ozon kini semakin menipis. Dengan terus menipisnya lapisan itu, sangat dikhawatirkan bila lapisan ini tidak ada atau menghilang sama sekali dari alam semesta ini. Tanpa lapisan ozon sangat banyak akibat negatif yang akan menimpa makhluk hidup di muka bumi ini, antara lain: penyakit-penyakit akan menyebar secara menjadi-jadi, cuaca tidak menentu, pemanasan global, bahkan hilangnya suatu daerah karena akan mencairnya es yang ada di kutub Utara dan Selatan. Jagat raya hanya tinggal menunggu masa kehancurannya saja.
Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam menghadapi pemanasan global. Beberapa hal yang dapat kita terapkan adalah menghemat penggunaan listrik, air dan kendaraan bermotor, menerapkan reduce, reuse dan recycle, mencari informasi tentang pemanasan global dan melakukan penghijauan.
Menurut saya penghijauan merupakan hal utama dalam mengatasi isu lingkungan di Indonesia maupun dunia. Penghijauan dilakukan untuk mengurangi karbon dioksida di udara sampai ke atmosfer. Penghijauan sendiri dilakukan dengan menanam pohon terutama pohon yang dapat menyerap karbon dioksida lebih cepat dan banyak. Indonesia telah mencanangkan program one man one tree (satu orang untuk satu pohon) demi menanggapi dampak pemanasan global dan perubahan iklim yang terjadi.
Peran saya disini sebagai pemuda indonesia yaitu ikut berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan penanaman. Hal ini didukung pula dengan bergabungnya saya di salah satu organisasi yang bergerak dibidang lingkungan yaitu KeSEMaT (Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur). Organisasi ini memiliki misi dan tujuan mengembangkan penelitian tentang ekosistem mangrove di kalangan mahasiswa, menumbuhkan dan meningkatkan rasa cinta mangrove di kalangan anggotanya, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya, serta mewujudkan dan mengembangkan kegiatan yang bersifat ilmiah dan mengarah kepada konservasi ekosistem mangrove, dengan motto "konservasi, penelitian, kampanye, pendidikan dan dokumentasi mangrove untuk generasi mendatang. Selama kurun waktu 2003 sampai dengan sekarang ini, maka KeSEMaT telah menanam kurang lebih 100.000 bibit mangrove di berbagai pesisir di Jawa. Banyak sekali kegiatan-kegiatan yang dijalankan oleh organisasi ini diantaranya MR (Mangrove Replant), MC (Mangrove Cultivation) dan MangRes (Mangrove Restoration).
Banyak manfaat yang dapat kita rasakan jika menanam pohon. Di antaranya; lingkungan menjadi lebih hijua, gas-gas berbahaya yang dapat merusak atmosfer dapat berkurang, dapat menciptakan vegetasi baru untuk makhluk hidup, sumber plasma nutfah dan paru-paru dunia. Sampai sekarang ini, gerakan menanam pohon harus terus dilakukan. Seluruh komponen bangsa diharapkan dapat berpartisipasi dalam program ini. Pertama, kita harus memulainya dari diri sendiri. Kemudian, semakin berkembang dan semakin banyak masyarakat yang ikut melaksanakannya. Program menanam pohon harus dilakukan secara berkelanjutan. Sehingga, dampak pemanasan global dapat segera berkurang. Jika program ini telah banyak disadari arti pentingnya oleh masyarakat, dalam kurun waktu 5-10 tahun, Indonesia akan merasakan negara yang hijau dan cuaca menjadi lebih stabil.

No comments:

Post a Comment