Essay_Peran Ku Bagi
Indonesia
Komang Mustiawan
Masalah lingkungan mulai ramai
dibicarakan sejak diselenggarakannya Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidupp
di Stockholm, Swedia, pada tanggal 15 Juni 1972. Di Indonesia, tonggak sejarah
masalah lingkungan hidup dimulai dengan diselenggarakannya Seminar Pengelolaan
Lingkungan Hidup dan Pembangunan Nasional oleh Universitas Pajajaran Bandung
pada tanggal 15 – 18 Mei 1972. Faktor terpenting dalam permasalahan lingkungan
adalah besarnya populasi manusia (laju pertumbuhan penduduk). Pertumbuhan
penduduk yang pesat menimbulkan tantangan yang dicoba diatasi dengan
pembangunan dan industrialisasi. Namun industrialisasi disamping mempercepat
persediaan segala kebutuhan hidup manusia juga memberi dampak negatif terhadap
manusia akibat terjadinya pencemaran lingkungan
Saat ini masalah lingkungan cukup
sering diperbincangkan. Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa lapisan ozon
kini semakin menipis. Dengan terus menipisnya lapisan itu, sangat dikhawatirkan
bila lapisan ini tidak ada atau menghilang sama sekali dari alam semesta ini.
Tanpa lapisan ozon sangat banyak akibat negatif yang akan menimpa makhluk hidup
di muka bumi ini, antara lain: penyakit-penyakit akan menyebar secara
menjadi-jadi, cuaca tidak menentu, pemanasan global, bahkan hilangnya suatu
daerah karena akan mencairnya es yang ada di kutub Utara dan Selatan. Jagat
raya hanya tinggal menunggu masa kehancurannya saja.
Banyak cara yang dapat kita
lakukan dalam menghadapi pemanasan global. Beberapa hal yang dapat kita
terapkan adalah menghemat penggunaan listrik, air dan kendaraan bermotor,
menerapkan reduce, reuse dan recycle, mencari informasi tentang pemanasan
global dan melakukan penghijauan.
Menurut saya penghijauan
merupakan hal utama dalam mengatasi isu lingkungan di Indonesia maupun dunia. Penghijauan
dilakukan untuk mengurangi karbon dioksida di udara sampai ke atmosfer.
Penghijauan sendiri dilakukan dengan menanam pohon terutama pohon yang dapat
menyerap karbon dioksida lebih cepat dan banyak. Indonesia telah mencanangkan
program one man one tree (satu orang untuk satu pohon) demi menanggapi dampak
pemanasan global dan perubahan iklim yang terjadi.
Peran saya disini sebagai pemuda
indonesia yaitu ikut berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan penanaman. Hal ini
didukung pula dengan bergabungnya saya di salah satu organisasi yang bergerak
dibidang lingkungan yaitu KeSEMaT (Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk
Awur). Organisasi ini memiliki misi dan tujuan mengembangkan penelitian tentang
ekosistem mangrove di kalangan mahasiswa, menumbuhkan dan meningkatkan rasa
cinta mangrove di kalangan anggotanya, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya,
serta mewujudkan dan mengembangkan kegiatan yang bersifat ilmiah dan mengarah
kepada konservasi ekosistem mangrove, dengan motto "konservasi,
penelitian, kampanye, pendidikan dan dokumentasi mangrove untuk generasi
mendatang. Selama kurun waktu 2003 sampai dengan sekarang ini, maka KeSEMaT
telah menanam kurang lebih 100.000 bibit mangrove di berbagai pesisir di Jawa.
Banyak sekali kegiatan-kegiatan yang dijalankan oleh organisasi ini diantaranya
MR (Mangrove Replant), MC (Mangrove Cultivation) dan MangRes (Mangrove
Restoration).
Banyak manfaat yang dapat kita
rasakan jika menanam pohon. Di antaranya; lingkungan menjadi lebih hijua,
gas-gas berbahaya yang dapat merusak atmosfer dapat berkurang, dapat
menciptakan vegetasi baru untuk makhluk hidup, sumber plasma nutfah dan
paru-paru dunia. Sampai sekarang ini, gerakan menanam pohon harus terus
dilakukan. Seluruh komponen bangsa diharapkan dapat berpartisipasi dalam
program ini. Pertama, kita harus memulainya dari diri sendiri. Kemudian,
semakin berkembang dan semakin banyak masyarakat yang ikut melaksanakannya.
Program menanam pohon harus dilakukan secara berkelanjutan. Sehingga, dampak
pemanasan global dapat segera berkurang. Jika program ini telah banyak disadari
arti pentingnya oleh masyarakat, dalam kurun waktu 5-10 tahun, Indonesia akan
merasakan negara yang hijau dan cuaca menjadi lebih stabil.
No comments:
Post a Comment